Kamis, 16 Januari 2014 - 0 komentar

PASSWORD = CELANA DALAM


PASSWORD=celana dalam, Pengetahuan Umum Web Kodam XVIICenderawasih, Papua

Terkadang kita merasa bimbang apabila ada seseorang apalagi yang dekat dengan kita atau terlebih lagi seorang atasan kita yang meminta password yang seharusnya ia tidak tahu namun kita diminta memberi tahu password tersebut. Jika diberi tahu kita takut akan banyak masalah yang muncul setelahnya, tetapi apabila kita tidak beritahu kita sepertinya tidak menghormati yang bersangkutan. Sungguh suatu suasana yang pelik memang.
Password itu ibarat sebuah celana dalam, menutupi rahasia kita, harus diganti ganti setiap waktu, jangan sampai orang lain lihat, jangan dibiarkan terbuka begitu saja, apalagi dipinjamkan ke orang lain. Begitulah penulis mengibaratkan password sebagai celana dalam, karena dua hal tersebut banyak memiliki kesamaan.
Seperti yang ditulis oleh okezone.com, perusahaan keamanan jaringan Symantec melakukan sebuah survei terkait dengan penggunaan password. Hasilnya, 63 persen dari responden mengaku tidak terlalu sering mengganti password, 45 persen responden menggunakan beberapa password untuk semua akun internet dan lebih dari 10 persen responden mengaku tidak pernah mengganti password mereka hingga kini. “Yang paling menarik dalam survei tersebut, sekira 44 persen responden mengaku memiliki 20 akun internet dan hanya menggunakan satu password,” ujar pihak Symantec.
Dari survey tersebut mungkin dapat kita ambil pelajaran bahwa ada sesuatu kebiasaan kita yang salah. Dalam hal ini, mari kita sedikit rubah kebiasaan tersebut untuk hal-hal yang kita tidak inginkan kedepannya seperti kehilangan data penting kita, mengambil wewenang kita atau orang lain mengetahui rahasia kita.
Kita dapat mengambil langkah sebagai berikut:
  1. Mengubah password untuk beberapa periode seperti sebulan sekali.
  2. Menggunakan password yang memadukan huruf dan angka.
  3. Menggunakan kata yang rumit.
  4. Menjauhi penggunaan tanggal lahir, nama lengkap, nama keluarga sebagai password.
  5. Tidak sekali-kali memberitahukan password ke orang lain.
  6. Tidak sekali-kali meminjamkan password ke orang lain.
  7. Jangan gunakan password yang sama untuk beberapa user.
  8. Jangan lupa log-out setelah bekerja.
Demikian tips mengenai password dari penulis.(hro/cend)
- 0 komentar

MENGATASI VIRUS SHORTCUT DENGAN COMMAND PROMPT

Penampakan Virus Shortcut yang sudah menginfeksi komputer
Suatu ketika saat penulis mengikuti penataran , kebetulan senior yang duduk tepat disebelah kanan penulis menemui kendala saat membuka file yang berada diflashdisk-nya. File paparan yang baru saja ia ambil  dari operator tidak dapat di buka dan besar file-nyapun mencurigakan yaitu hanya 1 Kb(KiloByte) saja. Bukan hanya masalah tersebut, seluruh isi flashdisk yang berupa folder pun berubah menjadi shortcut.
Dengan wajah terlihat panik dan bingung, Senior pun menanyakan hal tersebut kepada penulis mengapa itu terjadi dan bagaimana solusinya. Mungkin dikarenakan kebetulan penulis mengetahui cara memperbaikinya lebih dahulu dari senior tersebut, maka penulispun men-sharing-nya dengan senior tersebut.
Masalah tersebut terjadi karena ada suatu program yang masuk secara otomatis dari suatu perangkat penyimpan data ke tempat penyimpanan data lainnya melalui aplikasi pembuka device otomatis dari komputer. Program tersebut merubah tipe data asli dan menyembunyikannya. Data berubah menjadi shortcut yang apabila dipilih tidak ada data di dalamnya.
Ada cara sederhana tanpa menggunakan software anti virus yang kebetulan mungkin para pembaca yang belum ketahui, yaitu yang sekarang ini penulis ingin bagikan. Cara yang penulis maksud adalah menghapus virus shortcut pada flashdisk / tempat data portable lainnya dengan Command Prompt (CMD). Untuk lebih jelasnya mari kita ikuti langkah-langkahnya sebagai berikut:
1. Buka Start, kemudian klik Acessoris, kemudian klik cmd (Command Prompt).
Command Prompt
Tampilan Command Prompt

2. Pilih drive mana yang akan dihilangkan virusnya dengan cara melihat di windows explorer. Contoh : misal drive flashdisk F, maka kita ketik “F” tanpa tanda kutip.
pilih drive flashdisk F
Drive F (Flashdisk) Pada Tampilan Windows Explorer

drive F
Masuk Ke Drive F Pada CMD

3. Kemudian ketik “dir” tanpa tanda petik untuk menampilkan isi dari direktori flashdisk tersebut.
Ketik dir
Tampilan Setelah Diketik dir dan di Enter

4. Kemudian eksekusi file shortcutnya dengan cara ketik : “attrib -s -h -r /s /d” tanpa tanda petik kemudian enter.
eksekusi file shortcutnya dengan cara ketik  attrib -s -h -r s d
Tampilan Eksekusi File Shortcut dengan cara ketik attrib -s -h -r s d

5. Tunggu hingga nama direktori muncul kembali, lalu tutup Command Prompt.
Tunggu hingga nama direktori muncul kembali
Tampilan Proses Menunggu Hingga Nama Direktori Muncul Kembali

6. Masuk kembali ke direktori flashdisk di windows eksplorer, sekarang dapat kita lihat file dengan nama sama namun berbeda besar datanya. File dengan besar data 1 Kb yang kita hapus tadi, itu merupakan file palsu yang dibuat oleh virus shortcut.
virus shortcut pada flashdisk telah hilang karena telah di eksekusi. Demikian para pembaca budiman Sharing Ilmu kali ini. (hro/cend)